90.000 PNS Terancam Dipecat, PM Inggris: Demi Menghemat Kas Negara

- 14 Mei 2022, 16:11 WIB
PM Inggris Boris Johnson.
PM Inggris Boris Johnson. /Reuters/Toby Melville

PIKIRAN RAKYAT - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan menteri kabinetnya untuk secara signifikan mengurangi jumlah staf departemen dalam upaya menurunkan pengeluaran pemerintah. 90.000 pegawai negeri Inggris disebut akan diberhentikan.

Johnson mengatakan bahwa pengurangan jumlah PNS itu akan berdampak pada penghematan yang nantikan bisa membantu masyarakat secara umum.

"Kami harus memotong biaya pemerintah untuk mengurangi biaya hidup (masyarakat)," katanya pada Kamis, 12 Mei 2022.

"Setiap pon diambil pemerintah dari pembayar pajak adalah uang yang dapat mereka belanjakan untuk prioritas mereka sendiri, untuk kehidupan mereka sendiri," sambungnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Daily Mail pada Sabtu, 14 Mei 2022.

Baca Juga: Final Piala FA Chelsea vs Liverpool, Kai Havertz atau Romelu Lukaku yang Dipilih Thomas Tuchel?

Baca Juga: Tambah Aturan Baru, Taliban Larang Laki-Laki dan Perempuan Makan Bersama di Restoran

Johnson meminta agar para menteri di kabinetnya menyiapkan proposal pemotongan pekerjaan untuk departemen masing-masing dalam waktu satu bulan.

"PM dan menteri jelas bahwa pegawai negeri melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk publik dan mendorong kemajuan pada prioritas pemerintah," kata juru bicara pemerintah, lapor Financial Times.

"Tetapi ketika orang-orang dan bisnis di seluruh negeri menghadapi kenaikan harga, masyarakat bahkan mengharapkan pemerintah mereka untuk memimpin dengan memberi contoh dan berjalan seefisien mungkin," ujarnya.

Financial Times melaporkan pada bulan Desember tahun lalu bahwa pemerintah Inggris telah menggodok rencana untuk memotong jumlah pegawai negeri.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: Daily Mail

Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network