Bertemu Menlu Swedia Terkait Pengajuan Keanggotaan NATO, Turki Bahas Organisasi Teroris

- 15 Mei 2022, 09:25 WIB
Turki turut ikut campur terkait rencana Finlandia dan Swedia yang melakukan pengajuan keanggotaan NATO.
Turki turut ikut campur terkait rencana Finlandia dan Swedia yang melakukan pengajuan keanggotaan NATO. /Reuters/Francois Lenoir

PIKIRAN RAKYAT - Turki turut ikut campur terkait rencana Finlandia dan Swedia yang melakukan pengajuan keanggotaan NATO.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyoroti Finlandia dan Swedia yang melakukan pengajuan keanggotaan NATO, yang disebut harus mendapat persetujuan dari anggota-anggota lainnya.

Ini disampaikan saat Turki mengadakan pertemuan tripartit dengan perwakilan Finlandia dan Swedia untuk membicarakan proses pengajuan keanggotaan NATO.

"Bertemu di Berlin dengan rekan-rekan saya @AnnLinde dari Swedia & @Haavisto dari Finlandia di sela-sela Pertemuan Informal Menteri Luar Negeri @NATO," kata Cavusoglu di Twitter pada Sabtu, 14 Mei 2022.

Baca Juga: Sambut Hangat Jokowi di Space X, Elon Musk Terima Undangan Presiden dan Bakal Kunjungi Indonesia Akhir Tahun

Lebih lanjut, pertemuan Menlu Turki dengan rekan-rekan Finlandia dan Swedia dimaksudkan untuk memastikan posisi kedua negara terhadap organisasi teroris PKK/YPG.

Setelah itu, Turki akan bergabung bersama para menteri luar negeri lain yang tergabung NATO untuk pertemuan informal.

Menurut Menlu Cavusoglu, posisi Ankara akan berubah jika Finlandia dan Swedia memilih mendukung organisasi teroris PKK/YPG yang telah membunuh orang-orang Turki.

"Oleh karena itu, tidak dapat diterima dan keterlaluan bahwa teman dan sekutu kita mendukung organisasi teroris ini. Dan karena perjuangan kita melawan organisasi teroris ini, ada pembatasan ekspor produk industri pertahanan yang kita impor dari sekutu dan beberapa negara yang berencana menjadi anggota NATO," katanya menjelaskan.

Halaman:

Editor: Tita Salsabila


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network